{"id":5636,"date":"2020-12-23T05:46:27","date_gmt":"2020-12-23T05:46:27","guid":{"rendered":"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/?p=5636"},"modified":"2020-12-23T05:56:36","modified_gmt":"2020-12-23T05:56:36","slug":"pemberdayaan-bagi-pemuda-pengangguran-untuk-mengembangkan-keterampilan-membuat-produk-merchandise-komunitas-pecinta-alam-j-petualang-dengan-metode-tutorial-daring","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/en\/pemberdayaan-bagi-pemuda-pengangguran-untuk-mengembangkan-keterampilan-membuat-produk-merchandise-komunitas-pecinta-alam-j-petualang-dengan-metode-tutorial-daring\/","title":{"rendered":"PEMBERDAYAAN BAGI PEMUDA PENGANGGURAN UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MEMBUAT PRODUK MERCHANDISE KOMUNITAS PECINTA ALAM   J-PETUALANG DENGAN METODE TUTORIAL DARING"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\">Dr. Fajar Ciptandi, M.Ds<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Dosen Program Studi Magsiter Desain, Universitas Telkom, Bandung<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahun 2015 sekelompok pemuda mahasiswa yang berdomisili di Kelurahan Leuwi Gajah, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi membentuk sebuah komunitas pecinta alam bernama J-Petualang yang merupakan wadah bagi para pemuda pengangguran dan pemuda putus sekolah agar memiliki ruang untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif. Sejak awal berdiri hingga sekarang komunitas ini memfasilitasi para pemuda pengangguran dan putus sekolah dengan kegiatan pecinta alam, olah raga bersama, hingga kegiatan social kemasyarakatan lainnya. Pada tahun 2020 ini komunitas J-Petualang telah semakin besar dengan memiliki jumlah member yang tidak lagi terbatas hanya dari kalangan para pemuda pengangguran dan putus sekolah saja, melainkan juga dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.\u00a0 Namun, semenjak kondisi penyebaran virus covid 19 yang memberlakukan aturan untuk membatasi aktifitas-aktifitas berkumpul dan keluar rumah, maka kegiatan komunitas J-Petualang ini pun hampir vacum.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5526 aligncenter\" src=\"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/1.png\" alt=\"\" width=\"446\" height=\"232\" srcset=\"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/1.png 300w, https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/1.png 596w\" sizes=\"(max-width: 446px) 100vw, 446px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Komunitas J-Petualang bersama dengan sebagian member aktif melakukan foto bersama setelah kegiatan pendakian gunung<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain dengan semakin besarnya komunitas J-Petualang, maka menggiring mereka untuk mulai memikirkan branding terhadap dirinya dalam rangka menciptakan citra positif, serta membuka kesempatan untuk mendapatkan peluang ekonomi dari kegiatannya tersebut. Upaya membranding komunitas J-Petualang yang sudah dilakukan selama ini adalah dengan membuat logo dan kaos komunitas. Namun, hal tersebut dari segi variasi produk dan juga desain masih belum optimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdaarkan kondisi terebut, maka beberapa orang dosen dari Universitas Telkom yang berasal dari prodi Magsiter Desain dan Kriya, yaitu: Dr. Fajar Ciptandi, M.Ds, M. Sigit Ramadhan, S.Pd., M.Sn,\u00a0 dan Rima Febriani, S.I.Kom, MBA bersama dengan mahasiswa, yaitu: Maame K. Putri Bankah dan Shafani Akbar menangkap peluang tersebut untuk membuat kegiatan pengabdian masyarakat. Tim dosen dan mahasiswa ini melihat adanya kondisi-kondisi pembatasan aktifitas komunitas J-Petualang\u00a0 untuk melakukan kegiatan pecinta alam, serta adanya arah tujuan komunitas ini untuk menciptakan branding dirinya; sehingga perlu dilakukan sebuah kegiatan terpadu yang dapat mengakomodir dua hal tersebut dalam bentuk pemberdayaan anggota komunitas J-Petualang tersebut untuk dapat trus beraktifitas dengan mengembangkan keterampilannya dalam bentuk membuat produk merchandise J-Petualang dengan metode tutorial daring.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilakukan dengan pendekatan pelatihan yang bertujuan untuk memberikan transfer pengetahuan dan keterampilan kepada member yang merupakan pemuda pengangguran di Komunitas J-Petualang dengan pendekatan daring.\u00a0 Metode ini dilakukan dengan melakukan beberapa tahapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tahap pertama yaitu tahap persiapan, berupa pengkondisian mitra komunitas untuk menyamakan persepsi terhadap kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan bersama-sama. Selain itu pada tahap persiapan juga melakukan proses penentuan metode daring apa yang tepat untuk dilakukan, melihat dari faktor kesiapan dan kesediaan teknologi dan alat yang dimiliki oleh komunitas tersebut.\u00a0 Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang seluruhnya dilakukan secara online memerlukan dukungan dari perangkat teknologi berupa computer\/laptop\/Handphone yang terkoneksi dnegan internet supaya dapat mengakses platform zoom \/ skype.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-5528 aligncenter lazyload\" data-src=\"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/2.png\" alt=\"\" width=\"534\" height=\"210\" data-srcset=\"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/2.png 300w, https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/2.png 418w\" data-sizes=\"(max-width: 534px) 100vw, 534px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 534px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 534\/210;\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Kesiapan alat untuk melakukan kegiatan pelatihan secara daring<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap berikutnya adalah pelatihan mengenai produk merchandise dan teknik tekstil sablon. Pada tahap ini kegiatan dilakukan dengan melakukan sharing pengetahuan mengenai berbagai jenis produk merchandise yang tepat untuk sebuah komunitas yang bergerak di bidang pecinta alam, yang disampaikan oleh dosen KTM Ibu Rima Febriani.\u00a0 Materi lainnya adalah mengenai teknik sablon sebagai salah satu alternatif teknik tekstil yang potensial untuk diaplikasikan kepada berbagai jenis produk marchendise aktifitas pecinta alam, yang disampaikan oleh dosen KTM Bapak Mochammad Sigit Ramadhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahap pelaksanaan ini dilakukan dengan format daring menggunakan aplikasi zoom, dimana dibuat menjadi 2 sesi. Pertama, berisi paparan dari dosen narasumber, dan selanjutnya tanya jawab yang diperuntukan bagi mitra jika ingin tahu lebih banyak lagi. Selain itu setelah sesi daring ini berakhir mitra dan narasumber diberikan keleluasaan untuk tetap berkomunikasi menanyakan hal-hal apa saja yang ingin diketahui mengenai produk marchendise dan teknik sablon untuk pengaplikasiannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-5530 aligncenter lazyload\" data-src=\"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/3.png\" alt=\"\" width=\"480\" height=\"273\" data-srcset=\"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/3.png 300w, https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/3.png 431w\" data-sizes=\"(max-width: 480px) 100vw, 480px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 480px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 480\/273;\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Kondisi kegiatan pelatihan secara daring<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terakhir adalah tahap pengoperasian software desain untuk merancang produk merchandise, yaitu proses perancangan desain produk marchendise J-Petualang dengan menggunakan bantuan aplikasi software desain coreldraw dan photoshop. Tahap ini dilakukan dengan cara pendampingan secara online, dimana dosen yaitu Bapak Fajar Ciptandi mengarahkan desain untuk beberapa jenis produk marchendise yang akan dibuat kepada salah seorang anggota di tim J-Petualang yang sudah memiliki pengetahuan dasar dalam mengoperasikan software desain tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-5532 aligncenter lazyload\" data-src=\"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/4.png\" alt=\"\" width=\"535\" height=\"220\" data-srcset=\"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/4.png 300w, https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/4.png 446w\" data-sizes=\"(max-width: 535px) 100vw, 535px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 535px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 535\/220;\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Proses perancangan desain marchendise j-Petualang dengan software desain<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari tahap kegiatan ini telah menghasilkan beberapa alternatif desain marchendise yang mewakili karakteristik dan identitas komunitas j-Petualang berupa, antara lain: t-shirt, tote bag, topi rimba, rain cover bag, buff, dan topi lapangan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-5534 aligncenter lazyload\" data-src=\"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/5.png\" alt=\"\" width=\"512\" height=\"295\" data-srcset=\"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/5.png 300w, https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/lacisuj\/2020\/12\/5.png 557w\" data-sizes=\"(max-width: 512px) 100vw, 512px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 512px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 512\/295;\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Alternatif desain marchendise komunitas pecinta alam J-Petualang<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr. Fajar Ciptandi, M.Ds Dosen Program Studi Magsiter Desain, Universitas Telkom, Bandung Tahun 2015 sekelompok pemuda mahasiswa yang berdomisili di Kelurahan Leuwi Gajah, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi membentuk sebuah komunitas pecinta alam bernama J-Petualang yang merupakan wadah bagi para pemuda pengangguran dan pemuda putus sekolah agar memiliki ruang untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif. Sejak awal berdiri hingga sekarang komunitas ini memfasilitasi para pemuda pengangguran dan putus sekolah dengan kegiatan pecinta alam, olah raga bersama, hingga kegiatan social kemasyarakatan lainnya. Pada tahun 2020 ini komunitas J-Petualang telah semakin besar dengan memiliki jumlah member yang tidak lagi terbatas hanya dari kalangan para pemuda pengangguran dan putus sekolah saja, melainkan juga dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.\u00a0 Namun, semenjak kondisi penyebaran virus covid 19 yang memberlakukan aturan untuk membatasi aktifitas-aktifitas berkumpul dan keluar rumah, maka kegiatan komunitas J-Petualang ini pun hampir vacum. Komunitas J-Petualang bersama dengan sebagian member aktif melakukan foto bersama setelah kegiatan pendakian gunung Di sisi lain dengan semakin besarnya komunitas J-Petualang, maka menggiring mereka untuk mulai memikirkan branding terhadap dirinya dalam rangka menciptakan citra positif, serta membuka kesempatan untuk mendapatkan peluang ekonomi dari kegiatannya tersebut. Upaya membranding komunitas J-Petualang yang sudah dilakukan selama ini adalah dengan membuat logo dan kaos komunitas. Namun, hal tersebut dari segi variasi produk dan juga desain masih belum optimal. Berdaarkan kondisi terebut, maka beberapa orang dosen dari Universitas Telkom yang berasal dari prodi Magsiter Desain dan Kriya, yaitu: Dr. Fajar Ciptandi, M.Ds, M. Sigit Ramadhan, S.Pd., M.Sn,\u00a0 dan Rima Febriani, S.I.Kom, MBA bersama dengan mahasiswa, yaitu: Maame K. Putri Bankah dan Shafani Akbar menangkap peluang tersebut untuk membuat kegiatan pengabdian masyarakat. Tim dosen dan mahasiswa ini melihat adanya kondisi-kondisi pembatasan aktifitas komunitas J-Petualang\u00a0 untuk melakukan kegiatan pecinta alam, serta adanya arah tujuan komunitas ini untuk menciptakan branding dirinya; sehingga perlu dilakukan sebuah kegiatan terpadu yang dapat mengakomodir dua hal tersebut dalam bentuk pemberdayaan anggota komunitas J-Petualang tersebut untuk dapat trus beraktifitas dengan mengembangkan keterampilannya dalam bentuk membuat produk merchandise J-Petualang dengan metode tutorial daring. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilakukan dengan pendekatan pelatihan yang bertujuan untuk memberikan transfer pengetahuan dan keterampilan kepada member yang merupakan pemuda pengangguran di Komunitas J-Petualang dengan pendekatan daring.\u00a0 Metode ini dilakukan dengan melakukan beberapa tahapan. Pada tahap pertama yaitu tahap persiapan, berupa pengkondisian mitra komunitas untuk menyamakan persepsi terhadap kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan bersama-sama. Selain itu pada tahap persiapan juga melakukan proses penentuan metode daring apa yang tepat untuk dilakukan, melihat dari faktor kesiapan dan kesediaan teknologi dan alat yang dimiliki oleh komunitas tersebut.\u00a0 Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat yang seluruhnya dilakukan secara online memerlukan dukungan dari perangkat teknologi berupa computer\/laptop\/Handphone yang terkoneksi dnegan internet supaya dapat mengakses platform zoom \/ skype. &nbsp; Kesiapan alat untuk melakukan kegiatan pelatihan secara daring Tahap berikutnya adalah pelatihan mengenai produk merchandise dan teknik tekstil sablon. Pada tahap ini kegiatan dilakukan dengan melakukan sharing pengetahuan mengenai berbagai jenis produk merchandise yang tepat untuk sebuah komunitas yang bergerak di bidang pecinta alam, yang disampaikan oleh dosen KTM Ibu Rima Febriani.\u00a0 Materi lainnya adalah mengenai teknik sablon sebagai salah satu alternatif teknik tekstil yang potensial untuk diaplikasikan kepada berbagai jenis produk marchendise aktifitas pecinta alam, yang disampaikan oleh dosen KTM Bapak Mochammad Sigit Ramadhan. Tahap pelaksanaan ini dilakukan dengan format daring menggunakan aplikasi zoom, dimana dibuat menjadi 2 sesi. Pertama, berisi paparan dari dosen narasumber, dan selanjutnya tanya jawab yang diperuntukan bagi mitra jika ingin tahu lebih banyak lagi. Selain itu setelah sesi daring ini berakhir mitra dan narasumber diberikan keleluasaan untuk tetap berkomunikasi menanyakan hal-hal apa saja yang ingin diketahui mengenai produk marchendise dan teknik sablon untuk pengaplikasiannya. &nbsp; Kondisi kegiatan pelatihan secara daring Terakhir adalah tahap pengoperasian software desain untuk merancang produk merchandise, yaitu proses perancangan desain produk marchendise J-Petualang dengan menggunakan bantuan aplikasi software desain coreldraw dan photoshop. Tahap ini dilakukan dengan cara pendampingan secara online, dimana dosen yaitu Bapak Fajar Ciptandi mengarahkan desain untuk beberapa jenis produk marchendise yang akan dibuat kepada salah seorang anggota di tim J-Petualang yang sudah memiliki pengetahuan dasar dalam mengoperasikan software desain tersebut. &nbsp; Proses perancangan desain marchendise j-Petualang dengan software desain Dari tahap kegiatan ini telah menghasilkan beberapa alternatif desain marchendise yang mewakili karakteristik dan identitas komunitas j-Petualang berupa, antara lain: t-shirt, tote bag, topi rimba, rain cover bag, buff, dan topi lapangan. Alternatif desain marchendise komunitas pecinta alam J-Petualang<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-5636","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5636"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5636\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/md.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}