Human
03 Jun 2025

Human Centered Design: Desain yang Berawal dari Empati

Human-centered design menjadi jawaban di tengah dunia yang makin kompleks dan cepat berubah. Teknologi dan inovasi saja tidak lagi cukup solusi masa kini dituntut lebih dari sekadar fungsional. Ia harus menyentuh sisi manusiawi penggunanya. Nah, inilah saatnya human-centered design (HCD) naik ke panggung utama sebagai pendekatan yang mengutamakan empati dalam setiap proses kreatif.

Kalau kamu sedang menimbang melanjutkan studi ke jenjang S2 Desain, memahami human-centered design adalah bekal esensial untuk merancang solusi yang tidak hanya canggih secara teknologi, tapi juga berempati, inklusif, dan relevan. Ayo, kita selami lebih dalam bagaimana desain yang berakar dari empati mampu membawa perubahan nyata bagi dunia!

 

Apa Itu Human-Centered Design?

Human centered design adalah pendekatan desain yang berfokus pada manusia sebagai inti dari seluruh proses perancangan. Di sinilah desainer berangkat bukan dari teknologi, melainkan dari pengalaman, cerita, dan emosi pengguna.

Kalau kamu masih bertanya-tanya, “What is human centered design?”, jawabannya sederhana: ini adalah proses kreatif dalam menyelesaikan masalah dengan menempatkan kebutuhan dan perspektif pengguna sebagai landasan utama.

Human-Centered Design Principles:

Pendekatan ini berdiri kokoh di atas empat prinsip utama berikut:

  • Empati sebagai fondasi – Memahami perasaan, pengalaman, dan tantangan nyata pengguna.
  • Kolaborasi lintas perspektif – Mengajak pengguna, tim teknis, dan pemangku kepentingan untuk berproses bersama.
  • Iterasi tiada henti – Desain diuji dan diperbaiki secara terus-menerus hingga menemukan bentuk terbaiknya.
  • Berbasis insight nyata – Tidak mengandalkan asumsi, tapi data dan interaksi langsung.

Dengan kata lain, HCD adalah cara untuk menciptakan desain yang bukan cuma bisa dipakai, tapi juga dirasakan dan dihargai.

 

Mengapa Harus Dimulai dari Empati?

Di dunia desain, empati bukan sekadar buzzword. Ia adalah bahan bakar utama. Tanpa empati, solusi hanya akan menyentuh permukaan masalah tidak sampai ke akarnya.

Human

Bayangkan kamu mendesain platform keuangan digital untuk UMKM. Tanpa empati, perhatianmu bisa jadi hanya tertuju pada fitur semata, bukan pada kebutuhan nyata pengguna. Tapi dengan empati, kamu akan paham bahwa banyak pelaku UMKM kesulitan membaca laporan keuangan, takut gagal klik, bahkan tak familiar dengan istilah digital.

Manfaat desain yang diawali empati:

  •  Lebih relevan dan kontekstual
  •  Lebih ramah pengguna dan inklusif
  •  Lebih efektif menyelesaikan masalah nyata
  •  Meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengguna

Empati mengubah desain menjadi jembatan antara kebutuhan dan Solusi bukan sekadar visual yang memikat, tapi pengalaman yang menyentuh.

 

Langkah-Langkah dalam Human-Centered Design

Proses human centered design tidak kaku dan linier. Ia cair, fleksibel, dan selalu membuka ruang untuk eksplorasi dan perbaikan.

Human

Berikut tahapan dalam human-centered design process:

  1. Empathize – Memahami secara mendalam pengalaman pengguna melalui observasi, wawancara, dan riset lapangan.
  2. Define – Merumuskan masalah dari sudut pandang pengguna.
  3. Ideate – Menghasilkan berbagai ide kreatif tanpa batas.
  4. Prototype – Membuat model awal dari ide yang dipilih.
  5. Test – Melakukan pengujian langsung bersama pengguna guna memperoleh masukan dan insight nyata.

Tahapan ini adalah resep dasar untuk menciptakan pengalaman yang benar-benar user-centered dan penuh makna.

 

Relevansi Human-Centered Design dalam S2 Desain

Kenapa kamu perlu memahami HCD jika ingin lanjut ke S2 Desain? Karena industri kreatif, digital, dan sosial kini membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan teknis mereka membutuhkan desainer yang punya empati dan bisa menciptakan perubahan.

 

Magister Desain Telkom University

Salah satu tempat terbaik untuk menggali ilmu desain berbasis manusia adalah di Magister Desain Telkom University. Program ini menggabungkan kreativitas, empati, dan teknologi dalam satu kurikulum yang dirancang untuk tantangan masa depan.

Human

Kenapa pilih S2 Desain Telkom University?

  • Kurikulum berbasis riset sosial dan inovasi
  • Pendekatan desain empatik dan kolaboratif
  • Dosen dari dunia akademik & praktisi industri
  • Fasilitas modern dan lingkungan kolaboratif
  • Ekosistem kreatif untuk proyek sosial dan digital

 

Yuk, Daftar S2 Desain Telkom University Sekarang!

Jika kamu ingin mendesain solusi yang tidak hanya cantik tapi bermakna ini saatnya ambil langkah konkret. Human-centered design bukan sekadar metode ini adalah filosofi. Sebuah cara pandang yang menempatkan manusia sebagai inspirasi, tujuan, sekaligus bagian dari proses desain. Dengan melanjutkan ke S2 Desain, kamu akan mendapatkan ilmu, pengalaman, dan ruang eksplorasi untuk menciptakan karya yang tidak hanya mengesankan, tapi juga berdampak bagi sesama.

Jangan lupa juga baca artikel lainnya yang tak kalah menarik berjudul Desain Inklusif sebagai Solusi untuk Tantangan Sosial Masa Kini

REFERENSI:

Dam, R. F., & Siang, T. Y. (2025b, June 11). What is empathy and why is it so important in design thinking? The Interaction Design Foundation. https://www.interaction-design.org/literature/article/design-thinking-getting-started-with-empathy?srsltid=AfmBOopBu1DBVS0PA9YCrgUnDptQ0Sq_bFupazDaHz0xWZlQZFkaZcSW&utm

Tags: S2 Desain Telkom | Master's in Design Program | Telkom University

Leave a Reply