09 Jan 2026

Strategi Branding UMKM Faith-Based Lifestyle melalui Pengembangan Identitas Visual dan Media Komunikasi Produk

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui skema mandiri pada periode 2 2025 dilakukan pada masyarakat sasar UMKM Exsultate! dengan ketua peneliti Dr. Andreas Rio Adriyanto dan anggota Dr. Maria Josef Retno Budi Wahyuni. UMKM Exsultate merupakan usaha berskala rumahan yang didirikan pada Mei 2024 dan dikelola oleh Yossef Argadihita, berlokasi di Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Usaha ini bergerak di bidang produksi kaos dan suvenir bertema rohani Katolik yang dirancang sebagai medium evangelisasi alternatif bagi generasi muda. Melalui penerapan simbol-simbol religius dan penggunaan bahasa Latin yang bersumber dari tradisi liturgi Gereja Katolik, Exsultate berupaya mengaktualisasikan kembali nilai-nilai iman serta warisan liturgis dalam konteks gaya hidup masyarakat modern, khususnya pada segmen Orang Muda Katolik (OMK).

Hasil observasi mengindikasikan bahwa Exsultate masih menghadapi sejumlah persoalan fundamental yang memengaruhi penguatan citra merek dan daya saing produk. Salah satu permasalahan utama terletak pada identitas visual yang belum sepenuhnya mencerminkan karakter serta semangat target audiens. Logotype yang menggunakan gaya tulisan tangan disertai tanda seru dan tagline “Rejoice to His Glory” dinilai belum cukup kuat secara visual maupun psikologis untuk membangun kesan yang dinamis, inklusif, dan relevan bagi generasi muda. Padahal, dalam strategi branding, elemen visual memiliki peran krusial dalam membentuk persepsi emosional dan citra positif terhadap produk. Meskipun konsep dasar merek telah memiliki makna yang kuat, implementasinya pada sistem identitas visual dan aplikasi produk masih belum optimal. Istilah Exsultate sendiri bermakna bersukacita atau bergembira, berasal dari bahasa Latin, dan kerap digunakan dalam konteks religius, seperti dalam frasa “Gaudete et exsultate” yang berarti “Bersukacita dan bergembiralah”.

Logo UMKM Exsultate

Permasalahan berikutnya teridentifikasi pada desain produk kaos yang mengangkat tema bahasa Latin dan simbol-simbol Gereja, namun masih tampil relatif datar dan belum mengoptimalkan potensi visual yang mampu menarik minat audiens muda. Keterbatasan eksplorasi bentuk, tipografi, serta pendekatan gaya visual yang lebih kontemporer menyebabkan tampilan desain cenderung generik, sehingga belum mampu memberikan diferensiasi yang kuat bagi Exsultate dibandingkan dengan produk rohani sejenis di pasaran.

Selain itu, hasil observasi menunjukkan bahwa informasi mengenai makna dan pesan yang terkandung dalam desain belum dikomunikasikan secara memadai kepada konsumen. Produk masih dikemas menggunakan kemasan plastik standar tanpa disertai media informasi yang menjelaskan arti simbol maupun frasa yang digunakan pada kaos, sehingga potensi penyampaian nilai dan pesan iman menjadi kurang optimal.

Untuk merespons permasalahan tersebut, kegiatan ini mengadopsi pendekatan co-creation atau participatory design melalui pendampingan kreatif, di mana tim pengabdian bekerja secara kolaboratif dengan pemilik dan desainer internal Exsultate pada setiap tahapan, mulai dari observasi hingga implementasi. Pendekatan ini sejalan dengan praktik desain kontemporer yang menekankan keterlibatan pemangku kepentingan dalam menghasilkan solusi yang kontekstual, aplikatif, dan berakar pada identitas merek lokal.

Rancangan akhir identitas visual dikembangkan dengan merujuk kembali pada bentuk dasar logo sebelumnya, namun disempurnakan agar menampilkan kesan yang lebih dinamis. Logotype Exsultate tetap menggunakan gaya tulisan tangan yang saling terhubung, disertai penggunaan tanda seru dan garis bawah sebagai elemen penegasan visual. Keterhubungan antarhuruf menghasilkan ritme visual yang lebih hidup, sehingga identitas visual akhir terlihat lebih elegan, tertata, dan konsisten dibandingkan dengan versi sebelumnya.

Final visual identity Exsultate!

Produk utama yang menjadi fokus pengembangan dalam kegiatan ini adalah desain kaos yang dirancang sebagai produk unggulan UMKM Exsultate. Dua alternatif desain dikembangkan dengan tetap mempertahankan konsep dasar merek, yakni eksplorasi tradisi Katolik melalui penggunaan literatur berbahasa Latin dan simbol-simbol religius. Salah satu rancangan mengangkat tema Vade Retro Satana, yaitu frasa Latin dari Abad Pertengahan yang bermakna “Mundur, Setan!” atau “Pergilah, Setan!”, yang dikenal sebagai doa pengusiran setan dalam tradisi Katolik dan sering diasosiasikan dengan Medali Santo Benediktus. Frasa ini secara simbolik digunakan sebagai ekspresi penolakan terhadap kejahatan dan godaan, baik dalam praktik religius maupun dalam konteks kiasan di ranah budaya dan sastra.

Rancangan desain kaos Vade Retro Satana!

Proses pencetakan desain pada produk kaos dilakukan menggunakan teknik sablon DTF (Direct to Film). Teknik ini merupakan metode sablon digital modern yang mentransfer desain grafis dari film PET khusus ke berbagai jenis material kain, seperti katun dan poliester, dengan memanfaatkan tinta tekstil berbasis pigmen (CMYK+W), bubuk perekat (hot melt adhesive), serta mesin press panas (heat press). Metode DTF memungkinkan reproduksi visual yang detail, fleksibel, dan memiliki daya tahan tinggi tanpa memerlukan penggunaan screen konvensional. Tahapan produksinya meliputi proses pencetakan desain pada film, penaburan dan pematangan bubuk perekat (curing), serta pemindahan desain ke permukaan kain melalui tekanan dan panas.

Serah terima hasil pengabdian masyarakat dilakukan kepada owner Exsultate! untuk pengembangan lebih lanjut hasil rancangan yang sudah dihasilkan

Proses sablon DTF

Serah terima hasil pengabdian masyarakat dilakukan kepada owner Exsultate! untuk pengembangan lebih lanjut hasil rancangan yang sudah dihasilkan

Hasil aktivitas pengabdian masyarakat diserahkan pada masyarakat sasar

Leave a Reply